kreativitas itu jalan jalan bersama Dr. rama Kertamukti dan Anggiat Hutagalung Ex Brand Creative Air Asia
Kreativitas
itu jalan – jalan
Pada hari Selasa, 12 Mei 2020 pada pukul
16.00 WIB, Dr. Rama kertamukti selaku dosen ilmu komunkasi UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta mengadakan live instagram bertemakan kreativitas itu jalan –
jalan bersama Anggiat Hutagalung yang
menjabat sebagai ex-brand dan creative manager Air Asia. Sebenarnya Anggiat
Hutagalung juga pernah menjabat sebagai Ex-Sr brand manager Citilink,
Blibli.com, dll. Namun beliau memilih mengundurkan dengan alas an yang
cukup unik, yakni untuk lebih mengeksplore brand brand yang lainnya agar lebih
menarik. Mungkin ini alas an Dr. Rama Kertamukti mengambil tema kreativitas itu
jalan-jalan.
Yang di maksud jalan-jalan disini tidak hanya
senang senang tetapi untuk memperluas pengetahuan seperti politik, ekonomi, social,
budaya, sastra dan sebagainya, hal ini menjadi penting karena dalam kreativitas
khususnya brand kita juga memerlukan pengetahuan yang lebih dari yang lainnya.
Selain pengetahuan, menurut Anggiat
Hutagalung yang terpenting dalam membuat brand adalah data jadi kamu jtahu siapa
yang kamu hadapi, apa kesukaannya, apa yang ga disukai, apa latar belakangnya
dan sebagainya, agar brand massage yang ingin kamu sampaikan sampai pada
konsumen atau audiens.
“Don’t
be a brand, be a friend” tutur Anggiat Hutagalung. Sebuah
brand itu sama seperti seseorang makhluk hidup yang tumbuh dan akan berkembang
sampai pada usia yang akan ditentukan. Kita harus bisa menarik perhatian dari
konsumen dan brand tersebut bisa melekat di hati konsumen. Oleh karena itu
seorang kreative harus bisa memberi berkomunikasi hubungan tmbal balik kepada
konsumennya. Dengan kemampuan seperti ini tak heran jika Anggiat Hutagalung
pernah menjadi Brand creative baik nasional maupun internasional.
Pengalamannya di perusahaan internasional
adalah ketika di Air Asia. Saat
itu Air Asia memiliki keinginan untuk meningkatkan penjualannya, namun
dikarenakan adanya accident maka kami dengan tim berinisiatif merubah logo Air
Asia menjadu abu-abu dimana berarti emosional harus dijaga. Tak lupa pula
beberapa tagar #TogetherWeStand mengajak audiens yang melihat untuk bisa merubah
logo menjadi merah seperti sedia kala, tuturnya.
Hal tersebut pun berhasil, karena menurut beliau Air Asia
tak main main saat mengatasi masalah dan memperbaiki brandingnya sehingga
konsumen dapat tetap loyal kepada Air Asia.
Sebuah brand merupakan sebuah inspirasi yang terjadi dalam
kehidupan konsumen, oleh karena itu kita sebagai creative membentuk suatu brand
dengan mendengarkan apa yang konsumen inginkan, bukan apa yang kita inginkan. Hal
tersebut dapat dilakukan dengan diskusi, membaca buku dan jalan jalan.
Comments
Post a Comment