PASAR PAPRINGAN (Proposal Desa Wisata)

Fatwa Jaka Satria 17107030061 Pasar Papringan Desa Ngadiprono Temanggung, Dimana sih ? Temanggung, adalah kota yang berada di provinsi Jawa Tengah. Kota yang mungkin belum cukup dikenal di Indonesia karena kotanya yang kecil dan di daerah terpencil diantara Magelang dan Wonosobo, sehingga kebanyakan masyarakat lebih mengenal Magelang atau Wonosobo. Temanggung yang sering di sebut kota tembakau karena produksi tembakau tiap tahunnya yang melimpah dan bisa dibilang berkualitas. Tetapi saat ini Temanggung mulai berani mengenalkan pariwisatanya. Bagaimana tidak, kota ini di apit oleh beberapa gunung dan bukit yang membuat kota ini sejuk, subur dan pemandangan yang cukup indah. Wisata yang sudah ter expose seperti posong, jumprit, curug surodipo, curug onje, situs liyangan, pasar papringan, sampai beberapa basecamp mendaki gunung. Selain wisata, temanggung juga masih memiliki budaya yang masih khas contohnya kuda lumping, lengger, warok dan sebagainya. Dari sekian banyak wisata yang ada, yang sedang diburu oleh wisatawan di temanggung adalah pasar papringan, desa ngadiprono. Pasar papringan atau pasar di kebun bambu adalah pasar yang menyediakan kuliner, mainan tradisional dan seni budaya khas temanggung. Pasar Papringan Pasar papringan adalah pasar yang terletak di kebun bambu, karena dalam bahasa jawa bamboo adalah pring, kebun bambu adalah papringan. Pasar ini terletak di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Sebelumnya Pasar Papringan berada di Desa Caruban, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung. Lokasi yang sekarang ternyata lebih luas dan menampung lebih banyak kreativitas. Pasar ini menyediakan kuliner, mainan, permainan dan seni budaya yang ada di Kabupaten Temanggung. Keunikan pasar ini tidak hanya pada tempatnya di kebun bambu, tetapi juga dalam transaksi jual belinya. Setiap pengunjung wajib menukarkan uang mereka dengan uang bambu yang di sediakan, karena para penjual dan transaksi di pasar papringan hanya menerima uang bambu, tidak menerima uang yang biasa kita gunakan. Selain dalam transaksi, kuliner yang di jual belikan di pasar ini adalah masakan tanpa pengawet ataupun MSG, jadi benar benar masakan tradisional khas Temanggung jaman dulu, contohnya sego gono, gablog pecel, pepes, susuk kedele, wedang tape, jajan deso, godoghan, gono jagung dan masih banyak lagi . Mainan yang di jual belikan juga mainan tradisional kebanyakan dari bambu beserta permainan yang jaman dulu seperti egrang, ayunan dan sebagainya. Untuk kesenian, ada alat musik gamelan, bonang, sampai tarian kuda lumping. BIG IDEA Pasar Papringan yang membuat penasaran wisatawan memang menyajikan kejutan di dalam sistem jual beli yang di tawarkan. Kita menargetkan sebagai wisata anak muda dan keluarga. Tetapi apa yang dapat membuktikan bahwa seseorang pernah ke pasar papringan adalah harus ada barang yang hanya di jual di pasar tersebut agar terkesan lebih eksklusif. Contohnya pengadaan merchandise khas pasar papringan, seperti kaos, mug dari bambu dan topi anyaman bambu. Barang ini diberi logo pasar papringan dan hanya di jual belikan di pasar papringan. Pengadaan lahan parkir yang nyaman dan aman. Karena sejauh ini lahan parkir yang ada di Pasar Papringan masih kurang, bahkan pengunjung harus parkir di halam rumah warga sekitar yang tidak tahu keamanannya. Akses jalan menuju ke Pasar Papringan sebaiknya di berikan rute yang jelas. Pasalnya, pasar tersebut terletak di sebuah desa sehingga untuk mencapainya agak susah, ditambah jalanan pedesaan yang sempit hanya cukup di lalui satu arah saja, jika menggunakan mobil. Oleh karena itu, Harus ada rambu penunjuk dan rute jalan satu arah yang jelas. Pengadaan sanitasi yang cukup untuk pengunjung maupun pedagang di pasar papringan. Kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung, komunitas dan influencer untuk pengenalan ke wilayah yang lebih luas di luar Kabupaten Temanggung. TARGET AUDIENCE Demografis 1. Usia 15 – 35 2. Anak muda, orang dewasa 3. Laki-laki dan perempuan 4. Ses A B C Psikografis 1. Membutuhkan refreshing untuk menangkan pikiran 2. Mencari konten 3. Menyukai wisata tradisional 4. Memiliki rasa penasaran 5. Menyukai hal baru Geografis 1. Tinggal di daerah Temanggung 2. Tinggal di daerah luar Temanggung LOGO & TAGLINE LOGO Filosofi dari keseluruhan logo Pasar Papringan adalah pertama gambar banyak daun warna hijau yang menggambarkan komponen yang tumbuh untuk tetap hidup dengan semangat dan energy yang tetap segar. Agak kuliner, permainan dan seni tradisional tetap tumbuh yang ada di pasar papringan. Warna hijau sendiri menggambarkan kesejukan dan keteduhan. Di pasar papringan memanglah sejuk dan suasanamnya dapat meneduhkan pengunjung dari kesibukan sehari hari. Symbol Troli di sisi kiri menggambarkan jual beli dan pergerakan menuju arah yang lebih baik. Bentuk segitiga menggambarkan kestabilan dan kemakmuran. TAGLINE Tagline “Wisata Nang Pasar” merupakan seruan untuk pengunjung. Karena biasanya pasar di kunjungi untuk berbelanja, jika Pasar Papringan dapat untuk belanja, belajar dan berwisata sekaligus dalam satu tempat. MERCHANDASE MOCKUP FOTO PASAR PAPRINGAN

Comments

Popular posts from this blog

kreativitas itu jalan jalan bersama Dr. rama Kertamukti dan Anggiat Hutagalung Ex Brand Creative Air Asia